Berbagi Tutorial dan Trik


Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

11/30/2018

no image

Kekurangan Asus Zenfone Max Pro M1 sebagai Smartphone Gaming

Sejak pertama kali diperkenalkan, asus menyebut seri Asus Zenfone Max Pro M1 sebagai hp gaming dengan harga murah. Tak heran banyak orang yang tergiur dengan hp ini terutama untuk para mobile gamer, termasuk saya.

Bagaimana tidak, dengan prosesor Snapdragon 636 dan RAM 3/4 GB cuma dihargai di bawah 3 jutaan (saat pertama kali diluncurkan) sudah bisa memainkan game berat semacam PUBG Mobile dengan settingan lumayan tinggi.

Tapi, banyak juga yang kecewa dengan hp ini. Sejak pertama kali diluncurkan, kualitas kamera adalah yang paling mengecewakan. Tapi sejak dirilis, Asus sudah rajin memberikan update termasuk pada peningkatan kualitas kamera.

Tapi bagi saya yang sudah sebulan menggunakan Zenfone Max Pro M1 ini masih menemukan beberapa fitur yang semestinya ada di hp gaming dan ini tidak ada di Zenfone Max Pro M1.

Game Mode


Zenfone Max Pro M1 tidak memiliki fitur game mode. Sebagai hp gaming tentu fitur ini sangat diperlukan untuk memaksimalkan pengalaman bermain di hp gaming.

Di beberapa model smartphone di merek lain bahkan sudah ada fitur game mode yang didalamnya bisa block semua jenis notifikasi. Jadi tidak akan terganggu munculnya notifikasi ketika sedang asik ngegame.

Selain itu mestinya game mode bisa memaksimalkan kinerja hardware agar ketika ngegame lancar tidak lag.

Di Asus Zenfone Max Pro M1 semua ini tidak ada. Gak cocok disebut sebagai smartphone gaming.

Screen Recorder


Bagi beberapa mobile gamer fitur ini lumayan berguna untuk merekam gameplay. Tapi maaf, di Max Pro M1 tidak ada aplikasi screen recorder bawaan yang bisa mendukung aktifias ngegame.

Memang kita bisa memakai aplikasi pihak ketiga untuk merekam layar semacam Mobizen, DU Recorder, dan semacamnya yang bisa didownload dari Playstore.

Semua aplikasi screen recorder sudah saya coba dan tidak ada yg cocok sama sekali. Misal, tidak bisa record internal audio, performa hp yang menurung ketika record sambil ngegame.

Beda dengan Xiaomi dan Samsung yang punya screen recorder bawaan dan bisa record dengan lancar dan tentunya bisa rekam internal audio.

Kesimpulan


Dari kedua kekurangan yang sudah dijelaskan di atas, sebenarnya Asus Zenfone Max Pro M1 sudah sangat nyaman dibuat bermain game-game yang lumayan berat semisal PUBG Mobile. Apalagi dengan harga yang murah.

Tapi sekali lagi bagi beberapa orang kedua fitur di atas sangat diperlukan khususnya untuk Game Mode, minimal ya bisa nge-block notifikasi.

 

Sumber gambar:

https://www.yugatech.com/mobile/asus-zenfone-max-pro-m1-review

4/10/2018

no image

Menganalisa Kekuatan Meta S.A.B.E.R Skuad di Mobile Legends

Setelah Layla dan Jhonson, siapa lagi yang akan melengkapi S.A.B.E.R skuad? Rumor yang beredar, sisa S.A.B.E.R skuad akan diisi oleh Saber, Cyclops, dan Rafaela. Patut ditunggu seperti apa tampilan skin yang didominasi warna biru dan putih dari ketiga hero ini.

Jika Saber, Cyclops dan Rafaela jadi bergabung dengan skuad S.A.B.E.R, bagaimana dengan kekuatan skuad ini? apakah akan menjadi meta baru dengan satu tank, satu support, satu mage, satu assasin, dan tentunya satu marksman?

s.a.b.e.r squad

Apakah dengan meta seperti itu akan bisa menyaingi meta-meta yang sedang banyak dipakai sekarang? Seperti yang diketahui, meta-meta yang banyak dipakai sekarang adalah dengan komposisi dua tank, dengan dua damage dealer didalamnya. Satu lagi bisa diisi dengan role support atau fighter semi tank.

Analisa Kekuatan Skuad S.A.B.E.R


Dengan meta yang dimiliki skuad S.A.B.E.R, otomatis penerima damage terbesar hanya bertumpu pada Jhonson dan damage dealer hanya dimiliki oleh Layla dan Cyclops. Saber sebenarnya juga memiliki damage yang besar, tapi dengan meta seperti ini saber lebih baik berada di posisi support.

Maksud dari saber sebagai support adalah tugas saber hanya untuk mengincar daage dealer musuh atau hero musuh yang memiliki HP terkecil. Bisa MM, Support atau Assasin. Jika ultimate skill saber salah serang, maka formasi akan berantakan.

Untuk cyclops sendiri yang memiliki magic damage besar apalagi di late game, dia merupakan salah satu carry di tim S.A.B.E.R yang tidak boleh  banyak mati. Karena jika banyak mati dari early game, tentu akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengumpulkan build itemnya.

Layla sebagai carry utama


Dengan komposisi meta yang dimiliki tim S.A.B.E.R, layla menjadi satu-satunya hero yang sangat kuat di late game. Layla akan menjadi penentu damage terbesar di tim ini. Untuk itu build item layla jangan sampai salah.

Rafaela healer


Rafaela salah satu support yang masih banyak dipakai saat ini.  Dibanding Estes, rafaela masih menjadi support healer terbaik karena cooldown healing yang dimiliki rafaela sangat cepat. Ditambah rafaela mempunyai skill stun.

S.A.B.E.R Team vs META Saat Ini


Meta yang banyak dipakai saat ini dengan 2 tank, tim S.A.B.E.R rentan diacak-acak oleh musuh karena cuma Jhonson satu-satunya yang bisa 'pasang badan' jika terjadi war. Sedangkan 4 lainnya sudah pasti menjadi incaran utama carry musuh, terutama Layla dan Rafaela.

7/15/2017

no image

Perlukah Telegram di Blokir?

Indtens.com,- Kabar mengejutan datang dari pemerintah Indonesia, melalui Kementrian Komunikasi dan informatika (Menkominfo) memutuskan untuk memblokir semua Domain Name System(DNS) milik Telegram. Menurut surat dari Menkominfo pemblokiran dilakukan karena banyak sekali konten di layanan tersebut yang bermuatan radikalisme.

Situs yang di blokir yang kesemuanya milik Telegram yaitu t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, flora-1.web.telegram.org

Pengumuman ini memecu keramaian di dunia maya, banyak warga net yang menyayangkan keputusan Menkominfo ini, sampai-sampai #Telegram menjadi tranding topic sebagai bentuk kekecewaan para pengguna telegram.

Memang cukup di sayangkan jika nantinya aplikasi Telegram benar-benar dihapus dari Indonesia, mengingat Telegram sudah cukup populer di kalangan pengguna aplikasi smartphone Indonesia, Telegram sendiri memang memiliki keunggulan di banding apilkasi pesan instan yang lainnya.

Bagi sebagian warganet, Telegram memang cukup membantu dalam pekerjaan mereka karena aplikasi ini mampu memuat banyak anggota dibanding aplkasi perpesanan lainnya.

Telegram juga mampu mengirim data kapasitas besar, bisa dibuka di beberapa device dengan mudah tanpa hilang data chat atau file.

Layanan Telegram juga banyak dimanfaatkan oleh group untuk berdiskusi.Ini karena Telegram bisa menampung ribuan anggota. Misalnya, grup "Codeigniter Indonesia" yang memiliki sekitar 1200 anggota. Telegram telah membantu grup ini untuk saling sharing tentang framework codeigniter.

Selain keanggotaannya yang bisa mencapai ribuan orang, Telegram juga diklaim memiliki keunggulan dari sisi keamanan. Telegram menyediakan enkripsi bagi penggunanya.

Artinya, pesan dalam teks biasa yang dikirim akan diubah menjadi kode-kode enkripsi dan hanya bisa dibaca atau didekripsi (decrypt) oleh akun yang dituju. Ketika data akan disadap, pesan tak bisa dibuka karena file telah berubah format.

CEO Telegram, Pavel Durov angkat bicara soal pemblokiran ini, dikutip dari akun Twitternya dia mengatakan “Anehnya, kami belum pernah menerima permintaan atau keluhan dari pemerintah Indonesia. Kami akan menyelidiki dan membuat pengumuman,”

Menkominfo kabarnya akan memberi syarat kepada Telegram jika ingin pembatalan pemblokiran, (Menkominfo) Rudiantara ingin agar Telegram membuat standar operasional prosedur (SOP) guna menangkal konten-konten radikalisme.

Patut di tunggu apakah  nantinya Telegram akan benar-benar di blokir di Indonesia? untuk para pecinta telegram mari dukung petisi untuk membatalkan pemblokiran dengan mengunjungi https://www.change.org/p/kementerian-komunikasi-dan-informatika-ri-batalkan-pemblokiran-aplikasi-chat-telegram.
no image

Sedikit Alasan Mengapa Telegram lebih baik dari WhatsApp

Indtens.com - Beredar kabar bahwa Telegram akan diblokir oleh pemerintah Indonesia. Dikatakan banyak yang menggunakan aplikasi chat saingan WhatsApp ini dengan maksud "terselubung". Entahlah!

Mungkin masih ada yang belum merasakan bahwa sejatinya Telegram lebih baik dari WhatsApp. Setidaknya itu menurut saya.

Bahkan salah satu pengguna Telegram di Indonesia "bersedih" dan mengadu kepada Pavel Durov, CEO Telegram langsung melalui twitter dan ditanggapi langsung oleh sang CEO.

Dalam twitter-nya Pavel mengatakan belum menerima pemberitahuan ini dan akan menginvestigasi rencana pemerintah Indonesia ini.

Tentang rencana pemerintah untuk memblokir Telegram dengan alasannya yang membuat saya geli ini, sebenarnya Telegram lebih baik dan berguna dibanding WhatsApp. Menurut saya! Apa itu? Inilah beberapa alasannya.

Security - Secret Chat


Secara keamanan, Telegram lebih aman dibanding WhatsApp. Itulah kenapa Telegram sering dijadikan media komunikasi para teroris (katanya), dan karena itulah alasan pemerintah ingin memblokir Telegram.

Telegram menggunakan end-to-end encryption untuk mengamankan pesan penggunanya. Tapi, ini hanya digunakan di secret chat. Tidak disemua chat. Bukannya WhatsApp juga punya. Iyaps, tapi telegram lebih dulu menggunakan end-to-end encryption ini. Dengan kata lain, yang ada pada whatsapp adalah contekan dari telegram

Self Chat


Di Telegram kamu bisa mengirim pesan ke akunmu sendiri. Lalu apa gunanya? fitur yang seperti ini sebenranya sangat berguna.

Misal, saya buka Telegram via Dekstop/Web, lalu ingin menyimpan file ke handphone. Kamu tinggal kirim file di dekstop menggunakan fitur ini, lalu simpan file tadi via handphone. Asik kan!

Self Destruct Message


Fitur ini memungkinkan kamu untuk mengatur waktu kapan pesan yang dikirimkan akan terhapus otomatis.

Bot


Ini salah satu fitur yang paling saya suka. Di telegram kamu bisa membuat BOT sendiri dengan syarat kamu paham bahasa pemrograman. Karena AI dari bot telegram ini bisa dibuat dengan beberapa bahasa pemrograman. WhatsApp masih belum memiliki fitur ini.

Beberapa aplikasi chatting yang sudah support BOT adalah Line, Facebook Messenger, Slack, dan Telegram tentunya.

Grup


Saya adalah pengguna telegram yang dikhususkan untuk 'berkumpul' dengan programmer lain juga menggunakan telegram untuk tujuan yang sama. Di telegram kamu bisa join di grup atau channel mana saja.

Beda lagi dengan WhatsApp yang grupnya bisa dikatakan bersifat rahasia. Kamu hanya bisa join di sebuah grup WhatsApp jika diundang oleh adminnya sendiri.

Sebenarnya masih ada beberapa fitur lagi yang menarik dari Telegram ini. Berhubung website telegram sendiri sudah diblokir oleh pemerintah, jadi lima alasan diatas yang menurut saya bisa mewakili mengapa Telegram lebih baik dari WhatsApp.

Ini hanya sekadar opini dari seorang pengguna Telegram yang tujuannya untuk mencari ilmu. Karena jujur saja banyak grup atau channel yang bermanfaat di telegram yang siapa saja bisa ikut berpartisipasi di dalamnya.

Sekali lagi ini hanya opini saya, dan jangan lupa support petisi untuk membatalkan pemblokiran telegram di sini: https://www.change.org/p/kementerian-komunikasi-dan-informatika-ri-batalkan-pemblokiran-aplikasi-chat-telegram